Rakernas PB ABKIN 2018

  • 10 Juli 2018  -  11 Juli 2018
  • Hotel Grand Keisha, Jln. Afandi No. 9 Gejayan, Sleman, Yogyakarta

Salah satu keputusan kongres XIII ABKIN di Pekanbaru, Riau bulan April 2018 yang lalu mengamanatkan kepada Pengurus Besar (PB) ABKIN masa bakti 2018-2022 untuk segera merampungkan susunan kepengurusan dan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). PB ABKIN dan segenap elemen kepengurusan di daerah maupun cabang telah dihadapkan dengan berbagai dinamika permasalahan dan tantangan baru yang sangat kompleks menyangkut masa depan profesi bimbingan dan konseling dan kontribusinya dalam sistem pendidikan di Indonesia.

 

Beberapa dinamika permasalahan yang teridentifikasi dapat diklasifikasi dalam dua persoalan pokok, yakni problem internal keorganisasian dan problem eksternal menyangkut penataan ulang sistem pendidikan profesi. Pertama, dari sisi internal keorganisasian, ABKIN memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar dalam hal pengaktifan sejumlah kepengurusan daerah yang vakuum dalam jangka waktu yang cukup lama, penataan ulang pola hubungan dan kendali koordinasi kelembagaan antarpengurus ABKIN dengan divisi-divisi yang bernaung dalam “tenda besar” organisasi profesi ABKIN, revitalisasi program dan aktivitas yang holistik baik dalam ranah kebijakan strategis maupun operasional praktis yang menyentuh kebutuhan seluruh anggota, termasuk pula massifikasi sistem rekruitmen keanggotaan ABKIN yang masih belum optimal.

 

Kedua, dari sisi eksternal, kehadiran ABKIN yang bersinergi dengan berbagai forum program studi bimbingan dan konseling, baik di level sarjana maupun pascasarjana telah lama ditunggu oleh masyarakat profesi bimbingan dan konseling. Sebagai stakeholder utama program studi bimbingan dan konseling yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, peran ABKIN sangat strategis dalam upaya mendorong terwujudnya penataan pendidikan profesi konselor yang paripurna. Penyelenggaraan pendidikan profesi bimbingan dan konseling selama ini telah mengalami distorsi sistemik yang menyebabkan munculnya ambiguitas dan dualisme model pendidikan yang berdampak pada ketidakjelasan peran dan ekspektasi kinerja dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Problem ini semakin rumit ketika dihadapkan dengan regulasi kebijakan pendidikan yang masih terkesan belum memberi ruang pengembangan keilmuan dan keprofesionalan bimbingan dan konseling yang sepenuhnya berbeda dengan peran dan profesi guru secara umum.

 

Oleh karena itu, dalam rangka pemetaan masalah, mencari solusi, dan konsolidasi keorganisasian ABKIN, PB ABKIN akan menyelenggarakan Rakernas tahun 2018 yang akan dihadiri oleh seluruh personalia Pengurus Besar dan perwakilan Pengurus Daerah ABKIN di Indonesia.